Sabtu, 07 Februari 2009
S
mart Peripheral Controller
SEVEN SEGMENT
DISPLAY
Quick Start
Trademarks & Copyright
XT, AT, IBM, PC, and PC-DOS are trademarks of International Business Machines Corp.
MS-DOS is a registered trademark of Microsoft Corporation.
MCS-51 and Pentium are registered trademarks of Intel Corporation.
MetaLink ASM51 is copyright by MetaLink Corporation
1. PENDAHULUAN
Smart Peripheral Controller / SPC SEVEN SEGMENT merupakan penampil 8 digit seven
segment yang mendukung 4 macam antarmuka (interface) yaitu 4 bit Parallel, Serial
Peripheral Interface (SPI), Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) RS-232
atau UART RS-485 sehingga mempermudah pengguna untuk memilih antarmuka yang
diinginkan. Contoh aplikasi dari SPC SEVEN SEGMENT adalah untuk display karakter,
penampil counter, penampil jam, tanggal, dan lain-lain.
Untuk manual dan source-source yang lebih lengkap terdapat dalam disket/CD.
2. SPESIFIKASI EKSTERNAL SPC SEVEN SEGMENT
Spesifikasi Eksternal SPC SEVEN SEGMENT sebagai berikut :
• Seven Segment 0,5 inci (merah).
• Kompatibel penuh dengan DT-51 Minimum System Ver 3.0, DT-51 Low Cost Micro
System, dan DT-51 Low Cost Nano System.
• Hanya perlu 3 jalur kabel untuk interface dengan mikroprosesor / mikrokontroler lain.
• Dapat digunakan pada SPI, 4 bit Parallel, atau UART, namun tidak dapat dipakai
bersama-sama.
• SPI dan 4 bit Parallel beroperasi pada taraf logic CMOS.
• UART beroperasi pada taraf logic RS-232 atau UART RS-485.
• Dapat di-ekspan sampai 256 board (khusus untuk antarmuka SPI dan UART RS-485).
• Memiliki kemampuan non-volatile counter dari –9.999.999 sampai dengan 9.999.999.
• Dapat berfungsi sebagai display karakter ataupun stand-alone display counter.
• Ukuran modul seven segment dapat diganti sesuai dengan keinginan pengguna.
• Built-in RTC (Real Time Clock).
• Memiliki EEPROM 100 byte yang dapat digunakan secara umum.
• Single supply 12 V DC – 30 V DC.
• Tersedia prosedur siap pakai dalam assembly MCS-51 untuk penggunaan SPC SEVEN
SEGMENT.
3. SISTEM YANG DIANJURKAN
Perangkat keras :
• PC XT™ / AT™ Pentium® IBM™ Compatible dengan port serial (COM1 / COM2).
• Board DT-51 Minimum System.
• Floppy Disk 3.5”, kapasitas 1,44 Mbytes atau CD-ROM drive.
• Hard disk dengan kapasitas minimum 4 Mbytes.
2
Perangkat lunak :
• Sistem operasi MS-DOS® atau PC-DOSTM.
• Assembler ASM51.
• File-file yang ada pada pada disket/CD program:
- EXCOUNT.ASM, EXCOUNT.HEX, EX4BIT.ASM, EX4BIT.HEX,
EXSPI.ASM, EXSPI.HEX, EX232.ASM, EX232.HEX, EX485.ASM,
EX485.HEX.
- 7S_4BIT.INC, 7S_SPI.INC, 7S_232.INC, 7S_485.INC, ENG_4BIT.INC,
ENG_SPI.INC, ENG_232.INC, ENG_485.INC.
- TMPT4BIT.ASM, TMPTSPI.ASM, TMPT232.ASM, TMPT485.ASM.
- K11UARTEST.EXE, IDSET.EXE.
- MANUAL SPC SEVEN SEGMENT.PDF, QUICK START SPC SEVEN
SEGMENT.PDF.
4. PERANGKAT KERAS SPC SEVEN SEGMENT
4.1. TATA LETAK KOMPONEN SPC SEVEN SEGMENT
Modul SPC Seven Segment
Modul Display Seven Segment
4.2. SETTING JUMPER MODE DAN ANTARMUKA
SPC SEVEN SEGMENT dapat dioperasikan dalam 2 mode, mode display dan mode standalone
counter. Pemilihan mode ini diatur dengan cara mengganti setting jumper S2.
3
SPC SEVEN SEGMENT
S2 Mode
Stand-alone Counter
Display
Keterangan : ■■ => jumper tersambung (ON)
=> jumper terlepas (OFF)
Arah posisi jumper sesuai dengan posisi pada gambar bagian 4.1
Pada mode stand-alone counter, SPC SEVEN SEGMENT hanya berfungsi sebagai counter
yang dikendalikan melalui header J13.
SPC SEVEN SEGMENT
J13 Fungsi
Pin 1 (GND) Titik referensi
Pin 2 (CTRCLR) Pin clear untuk counter
Pin 3 (CTRDIR) Pin count up/down untuk counter
Pin 4 (CTRCLK) Pin clock untuk counter
Penjelasan lebih lanjut mengenai mode ini terdapat pada bagian 5.1.
Pada mode display, SPC SEVEN SEGMENT dikendalikan oleh mikrokontroler atau
komputer melalui antarmuka yang dikehendaki. Penggunaan antarmuka tidak dapat dilakukan
bersamaan. Pemilihan antara antarmuka diatur dengan cara mengganti setting jumper S2.
SPC SEVEN SEGMENT
S2 Antarmuka
SPI
4 Bit Parallel
UART RS-232
UART RS-485
Keterangan : ■■ => jumper tersambung (ON)
=> jumper terlepas (OFF)
Arah posisi jumper sesuai dengan posisi pada gambar bagian 4.1
Untuk mengaktifkan mode UART RS-232, selain menentukan posisi jumper pada S2, jumper
J8, J9, dan J11 harus diposisikan sebagai berikut :
Don’t care
1
■■
Pemilih Antarmuka
1
■■
■■
■■
1
■■
■■
1
■■
■■
1
■■ 1
4
Keterangan : ■■ => jumper tersambung (ON)
=> jumper terlepas (OFF)
Arah posisi jumper sesuai dengan posisi pada gambar bagian 4.1
Untuk mengaktifkan mode UART RS-485, selain menentukan posisi jumper pada S2, jumper
J8, J9, dan J11 harus diposisikan sebagai berikut :
Keterangan : ■■ => jumper tersambung (ON)
=> jumper terlepas (OFF)
Arah posisi jumper sesuai dengan posisi pada gambar bagian 4.1
Jika jumper dilepas, kedua pin di tengah dapat berfungsi sebagai jalur komunikasi UART
dengan level tegangan CMOS. Pin 2 J8 berfungsi sebagai jalur receive untuk SPC SEVEN
SEGMENT, sedangkan pin 2 J9 berfungsi sebagai jalur transmit dari SPC SEVEN
SEGMENT.
Jumper J4, J2, dan J3 masing-masing adalah jumper bias +, termination, dan bias – . Dalam
satu jaringan, jumper bias + dan jumper bias – hanya ada 1 pasang saja yang diaktifkan,
sedangkan jumper termination hanya terpasang pada node-node yang paling ujung pada
network tersebut. Contoh pemasangan jumper-jumper tersebut dapat dilihat pada gambar
berikut ini.
Keterangan : ■■ => jumper tersambung (ON)
=> jumper terlepas (OFF)
Arah posisi jumper sesuai dengan posisi pada gambar bagian 4.1
4.3. HUBUNGAN DT-51 MINIMUM SYSTEM DENGAN SPC SEVEN SEGMENT
SPC SEVEN SEGMENT merupakan suatu sistem yang ‘Smart’. Selain dapat dihubungkan
dengan DT-51 Minimum System atau dengan sistem mikroprosesor / mikrokontroler yang
lain, SPC SEVEN SEGMENT dapat juga dihubungkan dengan komputer. Apabila Anda ingin
menghubungkan SPC SEVEN SEGMENT dengan sistem yang lain kami sarankan untuk
mempelajari skema SPC SEVEN SEGMENT (lihat lampiran A pada Manual SPC SEVEN
SEGMENT).
Hubungan secara SPI bus ditunjukkan pada tabel berikut:
SPI
Bus
DT-51 Minimum System
PORT C & PORT 1
SPC SEVEN SEGMENT
J12
SCK Pin 13 (Port 1.4) Pin 7 (CLK/SCK)
MOSI Pin 14 (Port 1.5) Pin 8 (DOT/MOSI)
CLR Pin 15 (Port 1.6) Pin 9 (CLR)
MISO Pin 16 (Port 1.7) Pin 10 (MISO)
■■
■■
■■
1 1 1
J11 J9 J8
■■
■■
■■
1 1 1
J11 J9 J8
■■
MASTER
J4 J2 J3
SLAVE
J4 J2 J3
■■
■■
SLAVE
J4 J2 J3
■■
SLAVE
J4 J2 J3
SLAVE
J4 J2 J3
B A B A B A
A
B
A
B
5
Hubungan secara 4 bit Parallel ditunjukkan pada tabel berikut:
4 Bit Parallel DT-51 Minimum System
PORT C & PORT 1
SPC SEVEN SEGMENT
J12
Data bit 0 Pin 9 (Port 1.0) Pin 3 (D0)
Data bit 1 Pin 10 (Port 1.1) Pin 4 (D1)
Data bit 2 Pin 11 (Port 1.2) Pin 5 (D2)
Data bit 3 Pin 12 (Port 1.3) Pin 6 (D3)
Clock Pin 13 (Port 1.4) Pin 7 (CLK/SCK)
DOT Pin 14 (Port 1.5) Pin 8 (DOT/MOSI)
Clear Pin 15 (Port 1.6) Pin 9 (CLR)
Hubungan secara UART RS-232 dan RS-485 dilakukan melalui konektor RJ45 pada J10
dengan urutan pin sebagai berikut:
No Nama Keterangan
1 B485RJ RS485 B+
2 A485RJ RS485 A-
3 NC Tidak dipakai
4 SGND Titik referensi sinyal
5 RX232RJ RS232 receiver pin
6 TX232RJ RS232 transmitter pin
7 SGND Titik referensi sinyal
8 NC Tidak dipakai
Untuk komunikasi UART RS-232 dan RS-485 terdapat beberapa jumper yang dipergunakan
yaitu J2, J3, J4 (untuk RS-485) dan J8, J9 (untuk RS-232/RS-485). Konfigurasi jumper secara
detail terdapat pada bagian 4.2.
Hubungan secara UART RS-232 ditunjukkan pada tabel berikut:
DT-51 Minimum System / Komputer
SERIAL PORT DB 9
SPC SEVEN SEGMENT
J10
Pin 5 (GND) Pin 7 (SGND)
Pin 3 (TX) Pin 6 (TX232RJ)
Pin 2 (RX) Pin 5 (RX232RJ)
Hubungan secara UART RS-485 ditunjukkan pada tabel-tabel berikut:
DT-51 Minimum System / Komputer
SERIAL PORT DB 9
RS232 - RS485
Level Converter
Pin 5 (GND) GND
Pin 3 (TX) TX
Pin 2 (RX) RX
J10 Tampak Depan/Sisi Lubang
6
RS232 - RS485
Level Converter
SPC SEVEN SEGMENT
J10
GND Pin 4 (SGND)
B+ Pin 1 (B485RJ)
A- Pin 2 (A485RJ)
Penting !
Catu daya 12 V DC dihubungkan dengan konektor J1 (Power). Perhatikan polaritasnya jangan
sampai terbalik, karena dapat mengakibatkan kerusakan.
Perhatikan hubungan referensi ground (GND) antara modul SPC SEVEN SEGMENT dengan
DT-51 Minimum System.
4.4. MODUL DISPLAY SEVEN SEGMENT
Modul display seven segment dapat diganti sendiri sesuai dengan keinginan user. Keterangan
lebih lanjut terdapat pada bagian 2.4 pada Manual SPC SEVEN SEGMENT.
4.5. EKSPANSI SPC SEVEN SEGMENT
SPC SEVEN SEGMENT dapat di-ekspan sampai 256 board (hanya untuk antarmuka SPI dan
UART RS-485). Beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila menggunakan lebih dari satu
board SPC SEVEN SEGMENT :
• Setiap board harus mempunyai alamat terprogram yang berbeda.
• Perhatikan konfigurasi jumper J2, J3, dan J4 pada jaringan (jika menggunakan UART RS-
485).
Alamat awal bernilai 255. Tombol tactile switch (S1) yang ada berfungsi untuk
menampilkan alamat dari board SPC SEVEN SEGMENT. Untuk kembali ke tampilan
sebelumnya, tekan tombol sekali lagi (tombol bersifat toggle).
4.6. MENCOBA SPC SEVEN SEGMENT DENGAN EXCOUNT.HEX
Setting Hardware
♦ Atur setting jumper sehingga SPC SEVEN SEGMENT beroperasi pada mode Stand-Alone
Counter (lihat bagian 4.2).
♦ Hubungkan DT-51 Minimum System dengan SPC SEVEN SEGMENT dengan hubungan
sebagai berikut:
SPC SEVEN SEGMENT
J13
DT-51 Minimum System
Pin 1 (GND) PORT CONTROL Pin 2 (GND)
Pin 2 (CTRCLR) PORT C & PORT 1 Pin 10 (Port 1.1)
Pin 3 (CTRDIR) PORT C & PORT 1 Pin 12 (Port 1.3)
Pin 4 (CTRCLK) PORT C & PORT 1 Pin 14 (Port 1.5)
♦ Hubungkan port serial DT-51 MinSys dengan COM1/COM2 dari komputer dengan
menggunakan kabel serial.
♦ Download EXCOUNT.HEX yang terdapat pada disket/CD.
Proses Program EXCOUNT
♦ Setelah program selesai di-download maka Counter akan dimulai dari 0000000.
♦ Program akan count up sebanyak 6 kali dan count down sebanyak 8 kali secara berulangulang.
4.7. MENCOBA SPC SEVEN SEGMENT DENGAN EX4BIT.HEX
Setting Hardware
♦ Atur setting jumper sehingga antarmuka yang digunakan adalah 4 bit parallel (lihat bagian
4.2).
♦ Hubungkan DT-51 Minimum System dengan SPC SEVEN SEGMENT (lihat bagian 4.3)
7
melalui 4 bit parallel. Hubungkan juga referensi ground kedua board tersebut.
♦ Hubungkan port serial DT-51 MinSys dengan COM1/COM2 dari komputer dengan
menggunakan kabel serial.
♦ Download EX4BIT.HEX yang terdapat pada disket/CD.
Proses Program EX4BIT
♦ Setelah program selesai di-download maka akan tampak urutan angka “12345678”.
4.8. MENCOBA SPC SEVEN SEGMENT DENGAN EXSPI.HEX, EX232.HEX, atau
EX485.HEX
Setting Hardware
♦ Atur setting jumper (lihat bagian 4.2) sehingga antarmuka yang digunakan adalah SPI
(untuk EXSPI.HEX), UART RS-232 (untuk EX232.HEX), atau UART RS-485 (untuk
EX485.HEX).
♦ Hubungkan DT-51 Minimum System dengan SPC SEVEN SEGMENT (lihat bagian 4.3)
melalui SPI, UART RS-232, atau UART RS-485. Perhatikan hubungan referensi ground
kedua board tersebut.
♦ Hubungkan port serial DT-51 MinSys dengan COM1/COM2 dari komputer dengan
menggunakan kabel serial.
♦ Download EXSPI.HEX, EX232.HEX, atau EX485.HEX yang terdapat pada disket/CD.
Proses Program EXSPI, EX232, dan EX485
♦ Setelah program selesai di-download maka akan tampak tulisan “SPC 7SEG” berkedip.
5. PERANGKAT LUNAK SPC SEVEN SEGMENT
Waktu yang dibutuhkan SPC SEVEN SEGMENT mulai menyala hingga siap dioperasikan
(Start-up Time) = 150 ms.
5.1. SPESIFIKASI MODE STAND-ALONE COUNTER
Pada mode Stand-alone Counter, tampilan SPC SEVEN SEGMENT otomatis akan
menunjukkan nilai counter terakhir yang disimpan pada memory SPC SEVEN SEGMENT.
Counter dari SPC SEVEN SEGMENT mampu menampung bilangan mulai –9.999.999 hingga
9.999.999. Terdapat 3 pin yang mengontrol counter yaitu pin CTRCLK, CTRDIR, dan
CTRCLR.
SPC SEVEN SEGMENT
J13 Fungsi
Pin 1 (GND) Titik referensi
Pin 2 (CTRCLR) Jika berlogika ‘0’ pada saat Pulsa pencacahan aktif,
maka nilai counter akan dikembalikan ke “0000000”
Pin 3 (CTRDIR) Jika berlogika ‘0’ maka sistem akan Count Up
Jika berlogika ‘1’ maka sistem akan Count Down
Pin 4 (CTRCLK) Pulsa pencacahan, aktif pada falling edge (transisi
dari logika ‘1’ ke ‘0’)
5.2. SPESIFIKASI MODE DISPLAY
Pada mode Display, tampilan SPC SEVEN SEGMENT tergantung dari fungsi yang tersedia
pada masing-masing antarmuka.
5.2.1. Spesifikasi 4 Bit Parallel
Pada antarmuka 4 bit parallel, SPC SEVEN SEGMENT hanya berfungsi sebagai display
numerik 8 digit dan tidak dapat di-cascade. Kondisi tampilan (contrast level dan blink) hanya
dapat diubah melalui antarmuka selain 4 bit parallel. Protokol yang digunakan sangat
sederhana, yaitu mengirimkan 2 x 4 bit secara paralel.
Protokol dan command terdapat pada bagian 3.2.1.1 pada Manual SPC SEVEN
SEGMENT.
8
5.2.2. Spesifikasi SPI
Pada antarmuka SPI, SPC SEVEN SEGMENT dapat difungsikan sebagai display karakter,
display counter, display jam, dan display tanggal. Tabel karakter yang dapat ditampilkan oleh
SPC SEVEN SEGMENT dapat dilihat pada lampiran E pada Manual SPC SEVEN
SEGMENT. Pada antarmuka SPI, SPC SEVEN SEGMENT dapat di-cascade hingga 256
buah device.
Daftar command dan protokol lengkap terdapat pada lampiran C dan D pada Manual SPC
SEVEN SEGMENT.
5.2.3. Spesifikasi UART RS-232
Konfigurasi komunikasi UART RS-232 adalah: Baud rate 9600 bps, 8 data bit, 1 stop bit,
tanpa parity bit, dan tanpa flow control.
Pada antarmuka UART RS-232, SPC SEVEN SEGMENT dapat difungsikan sebagai display
karakter, display counter, display jam, dan display tanggal. Tabel karakter yang dapat
ditampilkan oleh SPC SEVEN SEGMENT dapat dilihat pada lampiran E pada Manual SPC
SEVEN SEGMENT. Pada antarmuka UART RS-232, SPC SEVEN SEGMENT tidak dapat
di-cascade.
Daftar command dan protokol lengkap terdapat pada lampiran C dan D pada Manual SPC
SEVEN SEGMENT.
5.2.4. Spesifikasi UART RS-485
Konfigurasi komunikasi UART RS-485 adalah: Baud rate 9600 bps, 8 data bit, 1 stop bit,
tanpa parity bit, dan tanpa flow control.
Pada antarmuka UART RS-485, SPC SEVEN SEGMENT dapat difungsikan sebagai display
karakter, display counter, display jam, dan display tanggal. Tabel karakter yang dapat
ditampilkan oleh SPC SEVEN SEGMENT dapat dilihat pada lampiran E pada Manual SPC
SEVEN SEGMENT. Pada antarmuka UART RS-485, SPC SEVEN SEGMENT dapat dicascade
hingga 256 buah device.
Daftar command dan protokol lengkap terdapat pada lampiran C dan D pada Manual SPC
SEVEN SEGMENT.
5.3. DRIVER DAN RUTIN
SPC SEVEN SEGMENT dilengkapi dengan driver yang akan mempermudah user dalam
pemrograman. Keterangan lebih lanjut mengenai driver yang digunakan terdapat pada bagian
3.3 pada Manual SPC SEVEN SEGMENT.
Driver tersebut menggunakan beberapa register dan flag yang digunakan dalam rutin-rutin
sebagai berikut (urutan pengiriman/penerimaan data sesuai dengan urutan tulisan) :
S7_INITIALIZE232
Fungsi : Melakukan inisialisasi baud rate pada antarmuka UART RS-232.
Input : -
Output : -
Keterangan :
Rutin ini adalah hanya terdapat pada ENG_232.INC.
Metode : Jika antarmuka yang digunakan adalah UART RS-232, panggil rutin
S7_INITIALIZE232 sebelum menggunakan rutin-rutin lain.
S7_INITIALIZE485
Fungsi : Melakukan inisialisasi baud rate pada antarmuka UART RS-485.
Input : -
Output : -
Keterangan :
Rutin ini adalah hanya terdapat pada ENG_485.INC.
Metode : Jika antarmuka yang digunakan adalah UART RS-485, panggil rutin
S7_INITIALIZE485 sebelum menggunakan rutin-rutin lain.
S7_WRITECHARACTER
Fungsi : Menulis karakter pada kolom N.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
9
SSCOLUMN kolom N (1 – 8)
SSCHARACTER kode karakter (0H – 32H)
Output : -
Keterangan :
Rutin ini adalah satu-satunya rutin untuk antarmuka 4 bit Parallel.
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_WRITECHARACTER.
S7_READCHARACTER
Fungsi : Membaca karakter pada kolom N.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
SSCOLUMN kolom N (1 – 8)
Output : SSCHARACTER kode karakter (0H – 32H)
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_READCHARACTER. Hasil
akan terdapat pada parameter output.
S7_SETDISPLAY
Fungsi : Mengatur mode display, contrast level, RTC on-off, dan blinking.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
SSDISPLAY mode display (0 – 3)
SSCONTRAST contrast level (1 – 5)
SSRTCSTAT RTC off (0), RTC on (1)
SSBLINK blinking off (0), blinking on (1)
Output : -
Keterangan :
Mode display 0 = display karakter.
Mode display 1 = display counter.
Mode display 2 = display jam.
Mode display 3 = display tanggal.
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_SETDISPLAY.
S7_RESETCOUNTER
Fungsi : Mengisi nilai counter menjadi 0000000.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : -
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_RESETCOUNTER.
S7_PRESETCOUNTER
Fungsi : Memberi nilai awal pada counter.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
SSBUFFER counter byte 0 (0 – 9)
…
SSBUFFER + 6 counter byte 6 (0 – 9)
SSBUFFER + 7 positive sign (0), negative sign (1)
Output : -
Keterangan :
SSBUFFER menunjukkan digit satuan (Least Significant
Digit/LSD).
SSBUFFER + 6 menunjukkan digit jutaan (Most Significant
Digit/MSD).
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_PRESETCOUNTER.
S7_SETRTCTIME
Fungsi : Mengisi nilai jam, menit, detik RTC, periode, serta mode jam.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
10
SSHOUR jam (0 – 12) atau (0 – 23)
MODE12 mode 24 jam (0) atau 12 jam (1)
PM AM (0) atau PM (1) dalam mode 12 jam
SSMINUTE menit (0 – 59)
SSSECOND detik (0 – 59)
Output : -
Keterangan :
SSHOUR bernilai antara 0 – 12 untuk mode 12 jam dan 0 – 23
untuk mode 24 jam.
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_SETRTCTIME.
S7_SETRTCDATE
Fungsi : Mengisi nilai tanggal, bulan, dan tahun RTC.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
SSDATE tanggal (0 – 31)
SSMONTH bulan (0 – 12)
SSYEAR tahun (0 – 99)
Output : -
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_SETRTCDATE.
S7_READRTCTIME
Fungsi : Membaca jam, menit, detik RTC, periode, serta mode jam.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : SSHOUR jam (0 – 12) atau (0 – 23)
MODE12 mode 24 jam (0) atau 12 jam (1)
PM AM (0) atau PM (1) dalam mode 12 jam
SSMINUTE menit (0 – 59)
SSSECOND detik (0 – 59)
Keterangan :
SSHOUR bernilai antara 0 – 12 untuk mode 12 jam dan 0 – 23
untuk mode 24 jam.
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_READRTCTIME. Hasil akan
terdapat pada parameter output.
S7_READRTCDATE
Fungsi : Membaca tanggal, bulan, dan tahun RTC.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : SSDATE tanggal (0 – 31)
SSMONTH bulan (0 – 12)
SSYEAR tahun (0 – 99)
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_READRTCDATE. Hasil akan
terdapat pada parameter output.
S7_READCOUNTER
Fungsi : Membaca nilai counter yang tersimpan dalam memori.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : SSBUFFER counter byte 0 (0 – 9)
…
SSBUFFER + 6 counter byte 6 (0 – 9)
SSBUFFER + 7 positive sign (0), negative sign (1)
Keterangan :
SSBUFFER menunjukkan digit satuan (Least Significant
Digit/LSD).
11
SSBUFFER + 6 menunjukkan digit jutaan (Most Significant
Digit/MSD).
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_READCOUNTER. Hasil akan
terdapat pada parameter output.
S7_WRITEEEPROM
Fungsi : Menulis data di alamat tertentu pada EEPROM SPC SEVEN
SEGMENT.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
SSROMADDR alamat EEPROM (0 – 99)
SSROMDATA data EEPROM (0 – 255)
Output : -
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_WRITEEEPROM.
S7_READEEPROM
Fungsi : Membaca data di alamat tertentu pada EEPROM SPC SEVEN
SEGMENT.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
SSROMADDR alamat EEPROM (0 – 99)
Output : SSROMDATA data EEPROM (0 – 255)
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_READEEPROM. Hasil akan
terdapat pada parameter output.
S7_COUNTUP
Fungsi : Menambah nilai counter dengan nilai 1.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : -
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_COUNTUP.
S7_COUNTDOWN
Fungsi : Mengurangi nilai counter dengan nilai 1.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : -
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_COUNTDOWN.
S7_SETADDRESS
Fungsi : Memberi nilai alamat baru pada SPC SEVEN SEGMENT.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
DEVADDRESS alamat baru SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : -
Keterangan :
Dengan antarmuka UART RS-232, rutin ini dapat digunakan untuk
memberi nilai alamat awal untuk SPC SEVEN SEGMENT.
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_SETADDRESS.
S7_READADDRESS
Fungsi : Membaca alamat SPC SEVEN SEGMENT.
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : DEVADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Keterangan :
12
Dengan antarmuka SPI atau UART RS-485, rutin ini dapat
digunakan untuk mencari alamat SPC SEVEN SEGMENT yang
terhubung.
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_READADDRESS. Hasil akan
terdapat pada parameter output.
S7_CLEARDISPLAY
Fungsi : Membersihkan tampilan (hanya untuk mode display karakter)
Input : SSADDRESS alamat SPC SEVEN SEGMENT (0 – 255)
Output : -
Keterangan :
Lihat keterangan di akhir bagian 5.3 ini.
Metode : Isi parameter input dan panggil rutin S7_CLEARDISPLAY.
S7_CLEARSTATE
Fungsi : Melakukan reset terhadap jalur komunikasi yang digunakan.
Input : -
Output : -
Keterangan :
Untuk antarmuka UART RS-232 dan UART RS-485,
S7_CLEARSTATE akan mengirimkan 4 byte FFH.
Untuk antarmuka SPI, S7_CLEARSTATE akan mengirimkan pulsa
Clear State (lihat di timing diagram bagian 3.2.2 pada Manual
SPC SEVEN SEGMENT).
Metode : Jika proses pengiriman command sebelumnya terputus/tidak sempurna,
panggil rutin S7_CLEARSTATE terlebih dahulu sebelum memulai
pengiriman baru.
Keterangan untuk semua rutin yang menggunakan parameter input SSADDRESS:
Untuk antarmuka SPI dan UART RS-485, SSADDRESS harus diisi dengan alamat SPC
SEVEN SEGMENT yang dikehendaki. Antarmuka UART RS-232 dan 4 Bit Parallel
tidak menggunakan SSADDRESS.
5.4. KERANGKA PROGRAM
Bagi user yang ingin membuat program aplikasi SPC SEVEN SEGMENT dengan
menggunakan rutin yang sudah ada, maka ada beberapa driver berikut harus dimasukkan
(include).
ENG_4BIT.INC dan 7S_4BIT.INC merupakan driver yang akan selalu digunakan untuk setiap
aplikasi SPC SEVEN SEGMENT yang menggunakan antarmuka 4 Bit Parallel.
ENG_SPI.INC dan 7S_SPI.INC merupakan driver yang akan selalu digunakan untuk setiap
aplikasi SPC SEVEN SEGMENT yang menggunakan antarmuka SPI.
ENG_232.INC dan 7S_232.INC merupakan driver yang akan selalu digunakan untuk setiap
aplikasi SPC SEVEN SEGMENT yang menggunakan antarmuka UART RS-232.
ENG_485.INC dan 7S_485.INC merupakan driver yang akan selalu digunakan untuk setiap
aplikasi SPC SEVEN SEGMENT yang menggunakan antarmuka UART RS-485.
Kerangka pemrograman SPC SEVEN SEGMENT menggunakan Assembler MetaLink
ASM51 terdapat dalam file TMPT4BIT.ASM (untuk antarmuka 4 Bit Parallel),
TMPTSPI.ASM (untuk antarmuka SPI), TMPT232.ASM (untuk antarmuka UART RS-232),
TMPT485.ASM (untuk antarmuka UART RS-485).
Hal Yang Perlu Diperhatikan
• Apabila batere lithium 3V DC pada SPC SEVEN SEGMENT dilepas, maka setting SPC SEVEN
SEGMENT akan kembali pada nilai-nilai defaultnya yaitu :
• RTC stop
• Mode display : display karakter
• Waktu : 00 : 00 : 00
13
• Tanggal : 01/01/2001
• Contrast level : 5
• Blinking : off
♦ Terima Kasih atas kepercayaan Anda menggunakan produk kami, bila ada kesulitan, pertanyaan
atau saran mengenai produk ini silahkan menghubungi technical support kami :
support@innovativeelectronics.com
7 segmen diatur sebagai segiempat panjang dari dua segmen yang vertikal pada [atas] masing-masing sisi dengan satu segmen yang horizontal di bagian atas dan alast. Apalagi, segmen yang ketujuh membagi dua bgian segiempat panjang secara horizontal.
Kebanyakan 7-segment mengggunakan tampilan suatu array dari diode pemancar cahaya ( LEDS), meskipun demikian lain jenis ada teknologi alternatif penggunaan seperti lucutan gas katode dingin, ruang hampa kawat pijar yang bercahaya berpijar, tampilan hablur cair ( LCD), dan lain lain. Karena gambar lambang suku harga gas dan lain tanda yang besar, electromagnetically dilemparkan light-reflecting segmen ( kadang-kadang [disebut " rusuk-rusuk penyejuk") masih biasanya digunakan. Suatu alternatif bagi 7-segment di 1950s sampai 1970s adalah nixie tabung ruang hampa yang seperti tabung. Mulai 1970, RCA yang dijual suatu alat tampilan yang dikenal sebagai Numitron yang menggunakan kawat pijar bercahaya mengatur ke dalam suatu seven-segment.
Secara sederhana, masing-masing LED adalah secara khas dihubungkan dengan satu terminal ke pin yang sendiri dengan diam-diam bagian luar dari paket dan LED terminal yang lain dihubungkan secara umum dengan semua lain LED di alat dan diterbitkan persis sama benar bersama pin. Pin yang bersama ini akan kemudian menyusun semua katode ( terminal yang negatif) atau semua kutub positip ( terminal yang positif) dari LED di alat dan demikian akan jadi yang manapun a " Katode yang umum" atau " Kutub positip yang umum" tergantung alat bagaimana dibangun. Karenanya suatu 7 paket segmen yang lebih akan hanya perlu sembilan pin untuk menyajikan dan dihubungkan.
Tampilan terintegrasi juga ada, dengan tunggal atau berbagai digit. Sebagian dari tampilan yang terintegrasi ini menyertakan decoder internal mereka sendiri, meskipun demikian paling tidak– masing-masing LED yang individu diterbitkan persis sama benar menghubungkan pin seperti diuraikan. MULTIPLE-DIGIT LED seperti yang digunakan dalam kalkulator saku dan alat yang serupa digunakan tampilan multiplexed untuk mengurangi banyaknya IC pin diperlukan untuk mengendalikan tampilan. Sebagai contoh, semua kutub positip dari Suatu segmen dari tiap posisi digit akan dihubungkan bersama-sama dan persis sama benar pengarah meletakkan/ menjepit, selagi katode dari semua segmen untuk masing-masing digit akan dihubungkan. Untuk beroperasi manapun segmen yang tertentu tentang segala digit, integrated sirkuit pengendalian akan memutar dengan diam-diam pengarah katode untuk digit yang terpilih, dan pengarah kutub positip untuk segmen yang diinginkan kemudian hingga batas tertentu yang pendek/singkat kosong interval digit yang berikutnya akan terpilih dan pengarah kutub positip untuk segmen yang diinginkan, kemudian hingga batas tertentu yang pendek/singkat kosong interval digit yang berikutnya akan terpilih dan segmen yang baru dinyalakan, pertunjukan percontohan. Di cara ini suatu delapan digit tampilan dengan tujuh segmen dan suatu tanda desimal akan memerlukan hanya 8 pengarah katode dan 8 pengarah kutub positip, sebagai ganti sixty-four pengarah dan IC pin. Sering memperoleh keuntungan kalkulator bentuk pengarah digit akan digunakan untuk meneliti papan tombol juga, menyediakan uang tabungan lebih lanjut; bagaimanapun, menekan berbagai kunci dengan segera akan menghasilkan hasil aneh dengan diam-diam pajangan yang multiplexed itu.
7 segmen ditemukan hak paten sejak dulu 1908 di U.S. Hak Paten 974,943, F W Wood menemukan suatu tampilan 8-segment , yang meunjukkan nomor jumlah 4 penggunaan suatu bar, tetapi tidak mencapai penggunaan yang tersebar luas sampai kedatangan dari LED di 1970s. Mereka adalah kadang-kadang genap digunakan di dalam tampilan yang wajar seperti karton " yang akan dijual" Tanda, di mana pemakai yang manapun menggunakan warna ke segmen yang pre-printed, atau ( spray)paints mewarnai melalui suatu seven-segment template digit, menyusun figur seperti harga produk atau nomor telepon.
Karena banyak aplikasi, dot-matrix LCDS sudah sebagian besar menggantikan LED meskipun demikian bahkan di LCDS 7-segment adalah sangat umum. Tidak sama dengan LEDS, bentuk dari unsur-unsur di dalam suatu LCD panel adalah sewenang-wenang karena sejak mereka dibentuk oleh semacam mencetak proses. Di dalam kontras, bentuk dari LED segmen cenderung untuk segiempat panjang yang sederhana, mencerminkan fakta bahwa mereka harus secara phisik dicetak untuk membentuk, yang mana membuatnya sukar untuk membentuk bentuk yang lebih rumit dibanding segmen dari 7-segment . Bagaimanapun, faktor pengenalan yang umum tinggi dari 7-segment, dan kontras visual secara komparatif tinggi yang diperoleh oleh tampilan seperti itu sehubungan dengan dot-matrix digit, membuat SEVEN-SEGMENT MULTIPLE-DIGIT LCD layar yang sangat umum pada perhitungan dasar.
•
Kamis, 29 Januari 2009
Pengertian Flip-Flp
Flip-flop adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menyimpan satu bit secara semi permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau mengganti isi dari bit yang disimpan. Prinsip dasar dari flip-flop adalah suatu komponen elektronika dasar seperti transistor, resistor dan dioda yang di rangkai menjadi suatu gerbang logika yang dapat bekerja secara sekuensial
Rangkaian Sequensial dan Flip-flop
1. Perbedaan dari rangkaian kombinasional dan sekuensial
• Rangkaian kombinasional terdiri dari gerbang logika yang memiliki output yang selalu tergantung pada kombinasi input yang ada. Rangkaian kombinasional melakukan operasi yang dapat ditentukan secara logika dengan memakai sebuah fungsi boolean.
• Rangkaian sekuensial merupakan rangkaian logika yang keadaan outputnya tergantung pada keadaan input-inputnya juga tergantung pada keadaan output sebelumnya. Rangkaian ini juga didefenisikan sebagai rangkaian logika yang outputnya tergantung waktu.
2. Perbedaan dari : Truth table, state table, characteristic table, exitation table serta perbedaan dari Boolean equation, state equation, characteristic equation, flip-flop input equation.
Bagian A
• Turth Table merupakan suatu tabel yang menyajikan beragam kombinasi inputan dari suatu fungsi beserta output yang dihasilkan, dalam penyajianya biasa terdapat potongan-potongan fungsi jika fungsi yang ingin disajian tersebut panjang.
• State Table merupakan tabel yang menyajikan satu-persatu input, output, dan susunan flip-flop yang ada.
• Characteristic Table merupakan defenisi dari sifat-sifat logika dari sebuah rangkaian flip-flop dengan menjelaskan operasinya yang disajikan dalam bentuk tabel.
• Exitation Tabel merupakan tabel yang digunakan untuk menunjukkan input yang digunakan untuk perubahan state awalan.Bagian B
• Boolean Equation berfungsi untuk mendefenisikan suatu fungsi dalam rangkaian menggunakan bilangan biner yang terdiri angka 0 dan 1 serta symbol operasi logika.
• State Equation berfungsi untuk menetapkan suatu fungsi dari state lanjutan sebagai sebuah fungsi dari state awalan sebagai fungsi dari state awal dan input.
• Characteristic Equation berfungsi untuk menjelaskan sifat-sifat logika dari sebuah rangkaian flip-flop (seperti pada Characteristic Table) dalam bentuk aljabar.
• Flip-flop Input Equation merupakan bagian dari rangkaian yang menghasilkan input untuk ragkaian flip-flop secara aljabar, menggunakan kumpulan fungsi boolean.
3. Penjelasan dari bebereapa flip flop :
• D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop S-R. Perbedaannya dengan flip-flop S-R terletak pada inputan R, pada D Flip-flop inputan R terlebi dahulu diberi gerbang NOT, maka setiap input yang diumpankan ke D akan memberikan keadaan yang berbeda pada input S-R, dengan demikian hanya akan terdapat dua keadaan S dan R yairu S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat disi
• Master Save D Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang memiliki 2 latch D dan sebuah inverter. Latch yang satu bernama Master dan yang kedua bernama Slave. Master D hanya akan mendeskripsikan diktat yang outputnya hanya dapt diganti selama ujung negatif jam.
• JK Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun untuk megantisipasi keadaan terlarang pada flip-flop S-R.
• T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop J-K yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputnya rendah.
Kamis, 13 November 2008
Motherboard
Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan me
Generasi Kedua
Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.
Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputerkomputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini. sin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania . Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.
Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.
Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.
Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.
Generasi Ketiga
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponenkomponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
Generasi Keempat
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponenkomponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.
Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputerkomputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.
Generasi Kelima
Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertia manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.
